Pengalaman pandemi global telah menyoroti kerentanan Asia terhadap wabah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Asia, dengan kepadatan penduduk yang tinggi, keanekaragaman hayati yang kaya, dan interaksi yang intens antara manusia dan hewan liar/ternak, berada pada garis depan risiko kemunculan pandemi berikutnya.
Strategi pencegahan pasca-pandemi kini berfokus pada pendekatan One Health, yang mengakui bahwa kesehatan manusia sangat terkait dengan kesehatan hewan dan lingkungan. Ini menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat antara kedokteran, kedokteran hewan, dan ilmu lingkungan.
Pencegahan yang efektif mencakup peningkatan sistem pengawasan berbasis komunitas dan laboratorium yang cepat dalam mendeteksi spillover events (kejadian penularan awal). Selain itu, langkah-langkah harus diambil untuk meregulasi dan membatasi perdagangan hewan liar, yang sering menjadi sumber penyebaran virus, serta mempromosikan praktik biosecurity yang lebih baik di peternakan.
Investasi pada penelitian, kesiapsiagaan darurat kesehatan, dan edukasi publik adalah kunci untuk mengurangi risiko wabah di masa depan. Asia harus memimpin dalam menciptakan model pencegahan yang berkelanjutan dan terintegrasi untuk melindungi kesehatan masyarakat global.
Intisari: Asia rentan terhadap penyakit zoonosis karena kepadatan penduduk dan interaksi manusia-hewan yang tinggi; Strategi pencegahan pasca-pandemi berfokus pada pendekatan One Health, peningkatan sistem pengawasan dini, dan regulasi perdagangan hewan liar.

