Tren Thrifting (Baju Bekas) Vintage Jepang di Kalangan Anak Muda Asia.

Tren Thrifting (Baju Bekas) Vintage Jepang di Kalangan Anak Muda Asia.

0 0
Read Time:50 Second

Thrifting, atau berburu baju bekas berkualitas, telah menjadi tren gaya hidup yang signifikan di kalangan anak muda Asia, dengan koleksi vintage dari Jepang menempati posisi primadona. Pakaian bekas Jepang dikenal karena kualitas materialnya yang prima, konstruksi yang detail, dan desain yang seringkali unik dari era tertentu.

Daya tarik utama vintage Jepang terletak pada standar fastidiousness (ketelitian) dan budaya craftsmanship (keahlian) mereka. Item yang dianggap vintage dari merek-merek ternama Jepang atau merek Amerika yang dibuat di Jepang memiliki ketahanan luar biasa dan cutting yang tak lekang oleh waktu.

Selain kualitas, tren thrifting juga didorong oleh kesadaran akan keberlanjutan (sustainability). Membeli pakaian bekas adalah bentuk konsumsi yang etis, mengurangi permintaan terhadap fast fashion yang boros sumber daya dan mengurangi limbah tekstil di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bagi anak muda Asia, thrifting adalah cara untuk membangun gaya pribadi yang unik (statement piece) dengan harga yang terjangkau, serta menjadi bagian dari narasi keberlanjutan. Tren ini membuktikan bahwa mode tidak harus selalu baru, tetapi dapat menjadi bentuk ekspresi yang bertanggung jawab.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%