Filipina, sebagai salah satu negara paling rawan bencana alam di Asia, mengandalkan Teknologi Sensing canggih untuk memitigasi dan mencegah dampak dari siklon, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Teknologi ini mencakup jaringan sensor IoT yang terdistribusi secara luas, satelit observasi bumi, dan sistem peringatan dini berbasis AI.
Jaringan sensor tanah dan air yang ditanam di daerah rawan banjir memberikan data real-time mengenai ketinggian air dan pergerakan tanah, memungkinkan otoritas mengeluarkan peringatan yang lebih akurat dan terfokus kepada masyarakat setempat. Sensor akustik juga digunakan untuk mendeteksi suara infrasonik yang mengindikasikan aktivitas gunung berapi yang akan meletus.
Data yang dikumpulkan oleh teknologi sensing ini diproses oleh model AI yang dapat memprediksi jalur badai atau risiko longsor dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada model konvensional. Hal ini memungkinkan evakuasi yang lebih cepat dan terkoordinasi, yang sangat penting di negara kepulauan dengan infrastruktur yang rapuh.
Peran Teknologi Sensing di Filipina menyoroti bagaimana inovasi dapat menjadi garis depan pertahanan melawan kekuatan alam. Solusi berbasis data ini tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga mengurangi kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh bencana alam yang berulang.

