Masalah digital divide di daerah terpencil Asia menghadirkan tantangan bagi penetrasi mobil pintar (smart car) dan layanan mobilitas digital. Mobil pintar bergantung pada konektivitas yang stabil (4G/5G) untuk navigasi real-time, pembaruan OTA, dan fitur keselamatan.
Solusi yang diterapkan Asia untuk mengatasi kesenjangan ini termasuk investasi pada infrastruktur konektivitas berbasis satelit dan proyek kabel serat optik yang menjangkau daerah pedesaan. Pemerintah juga memberikan subsidi untuk akses internet dan perangkat keras yang terjangkau.
Bagi industri otomotif, mengatasi digital divide berarti memastikan mobil yang dijual memiliki fungsionalitas offline yang kuat atau mengadopsi teknologi Low Earth Orbit (LEO) satelit untuk koneksi di daerah terpencil.
Jika digital divide terus berlanjut, mobil pintar dan teknologi otonom hanya akan menjadi fitur mewah di perkotaan, memperburuk ketidaksetaraan akses terhadap teknologi mobilitas.
Asia mengatasi digital divide di daerah terpencil dengan investasi infrastruktur satelit dan serat optik, karena mobil pintar bergantung pada konektivitas stabil. Kegagalan akan memperburuk ketidaksetaraan akses teknologi mobilitas.

